Hukum investasi saham dalam Ajaran Agama Islam

  • Bagikan

Sukabuminewsupdate.com – Sebelum membahas perdagangan saham lebih jauh, sebaiknya kita pahami dulu apakah investasi saham halal menurut syariah? Semua tindakan dalam hukum Islam harus memiliki hukumnya sendiri-sendiri. Semua ini tertulis di dalam Alquran. Hukumnya jelas.

Jika kita melihat pada aturan dasar hukum, maka hukum dari aspek hukum Islamlah yang mengatur hubungan dan hak setiap orang, termasuk aspek ekonomi. Sebenarnya kamu bisa melakukan aktivitas muamalah ini.

Namun, jika ada usulan yang melarang, jangan lakukan. Saham ini diperoleh sesuai dengan hukum Islam saat ini (termasuk surat berharga yang diizinkan atau diizinkan oleh hukumnya).

Dalam analoginya, investasi saham juga dapat disamakan dengan bentuk kerjasama atau bentuk kemitraan. Saham ini sama dengan Syirkah al-amwal yang artinya menanamkan modal di perusahaan.

Dalam perkembangannya, terdapat sebuah buku yang membahas tentang Hukum Perbankan Syariah, yang menjelaskan bahwa hukum Syariah Islam kontemporer mengenal rujukan kontekstual baru, yaitu syirkah musahamah / persekutuan, yang dilakukan dengan berinvestasi pada saham. Oleh karena itu, jelas bahwa investasi saham diperbolehkan dalam ajaran Islam.

Baca juga: Cara Menarik Berkah Dalam Bisnis Selama Bulan Ramadhan

Hukum investasi saham dalam Ajaran Agama Islam

Tips investasi saham yang sesuai dengan hukum Syariah

Walaupun di pasar modal yang tercakup oleh hukum Syariah, semua jenis saham yang dimiliki oleh seluruh perusahaan di emiten Indonesia telah lolos tahap screening, namun bukan berarti transaksi Anda bisa gratis tanpa ada batasan.

Ada banyak hal yang sangat perlu Anda hindari agar perdagangan saham Anda tetap sejalan dengan Koridor Syariah ke depan:

  • Transaksi inventaris untuk penawaran dan permintaan tidak valid
  • Transaksi saham tanpa ada penyerahan barang atau jasanya
  • Berdagang dengan barang yang tidak dimiliki
  • Beli dan jual dengan menggunakan dan menggunakan berbagai informasi dari orang dalam atau perusahaan yang terdaftar
  • Margin trading sekuritas berdasarkan syariah tidak boleh termasuk bunga karena termasuk riba
  • Lakukan transaksi yang bertujuan untuk menimbun
  • Ada unsur suap dalam proses transaksi
  • Penting juga untuk menghindari transaksi yang mengandung unsur spekulatif, unsur penipuan, dan upaya untuk mempengaruhi pihak lain dan mengandung kebohongan.

Baca juga: Bagaimana Cara Memilih Rekan Bisnis Terbaik untuk Anda

KesimpulanĀ  investasi sahamĀ  dalam Islam

Singkatnya, saat membeli dan menjual saham, situasi berikut harus dihindari:

  • Buat penawaran palsu
  • Menjual saham yang termasuk dalam hukum Syariah tetapi Anda belum memilikinya

Untuk menghindari spekulasi, sebaiknya Anda memiliki informasi yang cukup lengkap pada saat jual beli saham tersebut. Kemudian harga yang diberikan didasarkan pada situasi kinerja perusahaan yang sebenarnya, sehingga tidak semata-mata berdasarkan informasi.

Perlu diketahui juga bahwa saham yang akan dibeli memang ada di tangan seller, bukan berdasarkan jaringan broker. Karena posisi broker di sini tidak pasti apakah Anda benar-benar memegang atau memiliki saham.

Apakah Anda sudah tidak ragu lagi bagaimana cara berinvestasi di saham halal? Semoga informasi ini dapat membantu Anda

  • Bagikan